https://indonesiashine.wixsite.com/shineindonesia/single-post/2017/07/12/Mesin-Biogas-dari-Jerman
Kamis, 07 September 2017
Biogas Workhop for Kids
https://indonesiashine.wixsite.com/shineindonesia/single-post/2017/07/12/Mesin-Biogas-dari-Jerman
Jumat, 01 September 2017
Memahami Hutang dan Uang
Tulisan diambil dari salah satu catatan lepas di FB Arip Supriyadi, semoga bermanfaat
Apa iya hutang Negara yang semakin besar akan menjadi ancaman
Sebagai seorang Yang pernah kuliah ekonomi apalagi pernah ngantor di bank Mencoba. Memahami APBN secara sederha
Penghasilan Pak Dulah sebagai staff honorer sebulan Rp.2.500.000. Dengan penghasilan sebesar itu pak Dulah harus menghidupi biaya rumah tangga dengan satu anak. Pengeluaran sebulan setelah di hitung mencapai Rp. 3.000.000. Artinya defisit sebesar Rp. 500.000.
Pengeluaran itu terdiri dari biaya transportasi angkot per Hari 20.000 x 25 hari total sebulan sebesar Rp. 500.000.
Biaya makan perhari 50.000 x 30 hari total Rp. 1.500.000. Biaya kontrak rumah listrik Dan pulsa Rp. 1.000.000.
Lantas bagaimana Pak Dulah bisa bertahan hidup dengan biaya lebih besar dari pendapatan tetapnya ?
Motor itu digunakannya untuk pergi kerja. Artinya ada penghematan sebesar Rp.500.000/Bulan biaya transfortasi. Sepulang mengajar, motor itu digunakan untuk ngojek dengan penghasilan rata rata sebulan Rp. 1500.000. Kemudian di bantu istrinya , dia membuka warung depan rumah. Untuk modal , Dari usaha warung rumahan itu , diperoleh pendapatan rata rata sebulan Rp. 1.000.000.
Sekarang perhatikan struktur anggaran rumah tangga Pak Dulah.
Penerimaan
Gaji honorer = Rp. 2.500.000.
Pendapatan bersih dari ngojek = Rp. 1.500.000
Pendapatan dari Usaha warung = Rp. 1.000.000
Total penerimaan adalah Rp. 5.000.000
Pengeluaran
-Belanja rutin = 3.000.000
Cicilan motor = 800.000
Cicilan hutang koperasi = Rp. 300.000
Biaya bensin Dan perawatan motor =400.000
Total pengeluaran Rp. 4.500.000
Selisih surplus antara penerimaan dan pengeluaran adalah Rp. 500.000. ini disebut dengan ruang fiskal bagi keluaga Pak Dulah. Ini bebas dia gunakan.
Tapi Pak Dulah tidak gunakan uang ini untuk konsumsi makan di mall atau piknik. Tapi ditabung untuk biaya investasi anak sekolah dan sebagian di gunakan meningkatkan modal bagi usaha rumahannya agar semakin besar peluang menghasilkan penerimaan. Juga biaya pendidikan Pak Dulah untuk kuliah lagi. Berlalunya waktu semakin besar penerimaan, maka Dulah membeli rumah agar biaya sewa tidak perlu ada lagi. Diapun memperluas usahanya menjadi pedagang kelontongan di pasar tradisional yang dibantu istrinya. Apalagi Pak Dulah sudah jadi sarjana berpeluang mendapatkan karir lebih baik.
Cerita tentang Pak Dulah ini pernah diterapkan oleh Jepang dan Korea ketika awal membangun setalah perang korea dan perang dunia kedua. Korea dan Jepang tidak punya sumber pendapatan yang bisa menutupi anggaran negaranya. Benar benar minus. Tapi AS memberikan pinjaman dalam rangka restorasi perang kepada Korea dan Jepang. PInjaman ini tidak di pakai untuk konsumsi tapi produksi dan investasi. Pemerintah berhutang lebih 300% dari PDB. Apakah akhirnya jepang dan korea bangkrut ? tidak. Malah berkat hutang dari AS itu mereka menjadi negara maju dengan tingkat pendapatan diatas rata rata negara berkembang. Artinya hutang berperan besar meningkat ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Begitu pula dengan Pak Dulah yang sukses melewati hidup yang keras berkar hutang.
***
Ada lagi cerita. Pak Somad seorang Pegawai bank swasta. Gajinya sebulan Rp. 10.000.000. Tapi pengeluaran sebesar Rp. 13.000.000. Artinya defisit sebesar Rp. 3 juta rupiah.
Defisit diatasi dengan belanja kartu kredit yang diterbitkan bank tempat dia bekerja, Somad sepakat dengan istrinya bahwa mereka akan berhutang maksimum sebesar 3 % dari total hartanya. Total hartanya Rp. 300 juta. Artinya mereka bisa berhutang maksimum sebesar Rp. 9 juta. Nah karena defisit hanya sebesar Rp. 3 juta atau 1 % dari harta maka mereka berani berhutang menutupi defisit. Tapi hutang itu tidak menyisakan ruang fiskal apapun. Karena semua hutang itu habis untuk belanja rutin.
Apa yang terjadi dari tahun ketahun hutang terus bertambah karena gali lobang tutup lobang. Akibatnya perbandingan antara hutang dengan harta mencapai 80%, Akhirnya terpaksa harta dijual untuk bayar hutang. Mengapa sampai begitu ? karena setiap berhutang habis untuk belanja rutin. Tidak tersisa untuk produksi yang bisa meningkatkan harta. Padahal apabila hutang bertambah namun harta produktif juga bertambah, maka rasio hutang terhadap harta tidak akan naik. Apa yang terjadi pada Somad, juga terjadi pada pemerintahan Bolivia, venezuela, Italia, Yunani. Defisit ditutupi dari hutang namun ruang fiskal sangat kecil sekali.
Katakanlah penerimaan sebesar Rp. 100 juta rupiah. Pengeluaran Rp. 120 juta. Artinya defisit sebesar Rp. 20 juta. Kalau PDB sebesar Rp, 1 miliar maka perbanding defisit terhadap PDB sebesar 2%. Ini jelas aman dibawah pagu 3% yang ditetapkan oleh UU.
Keputusan yang diambil adalah pemangkasan belanja rutin. Tapi penerimaan juga menurun karena krisis global. Memang tidak ada defisit setelah pemangkasan anggaran itu. Tapi juga tidak ada ruang fiskal untuk ekspansi. Sementara hutang masa lalu harus terus dibayar
Nah agar bisa ekspansi maka pos pengeluaran ditambah lagi sebesar ruang fiskal yang di inginkan agar pertumbuhan ekonomi terjadi. Dampaknya APBN jadi defisit. Defisit ini ditutupi dari hutang. Tapi semua hutang digunakan untuk investasi yang bisa memacu produksi dan peningkatan pendapatan. Apa yang terjadi ? Walau hutang bertambah tapi harta ( PDB) juga bertambah, dan rasio hutang terhadap PDB juga tidak berpengaruh significanTapi tidak ada ruang fiskal untuk produksi dan investasi yang dilakukan Jokowi untuk ekspansi. Kalau Jokowi pertahankan platform APBN seperti SBY maka tidak akan ada pembangunan insfrastruktur. Lambat namun pasti Indonesia akan terjebak hutang tanpa ada peningkatan PDB secara significant.
Kuncinya sama halnya dengan Dulah, bukan seberapa besar hutang atau rasio hutang tapi sejauh mana focus kepada produksi bukan konsumsi, Makanya kerja keras dan efisien adalah keniscayaan dan sukses akan terjadi sebagaimana sunatullah.
Rabu, 30 Agustus 2017
Pemupukan dengan Bioslurry
![]() |
| Pengangkutan Pupuk Organik Cair (Bioslurry) |
Ketika mendengar kata "koperasi", sering yang langsung terbayang di pikiran orang pada umumnya adalah organisasi yang "ndeso" dan terbelakang. Pokoknya citra yang menempel pada koperasi sampai saat ini adalah anti-tesis dari hal-hal yang bersifat "kekinian".
Tetapi, coba datang ke KAN (Koperasi Agro Niaga) Jabung, yang berlokasi di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Koperasi yang berdiri sejak tahun 1979 sebagai Koperasi Unit Desa, ini mengusung motto "Agent of community development", organisasi yang memberdayakan masyarakat.
Dengan karyawan hampir 200 orang, koperasi ini berhasil mengembangkan organisasi tersebut dengan menerapkan manajemen modern sehingga tidak hanya maju dengan anggota yang terus bertambah, unit usaha dari KAN Jabung juga semakin berkembang.
Dengan anggota sekitar 1.950 peternak susu perah dari 15 desa di Jabung, KAN Jabung adalah koperasi yang mengurusi hampir semua kebutuhan anggotanya "dari hulu sampai hilir". Mulai dari melayani kebutuhan simpan pinjam untuk kebutuhan sehari-hari, koperasi juga mengurusi kredit kepemilikan ternak dan kandang, bahkan juga kredit kepemilikan reaktor Biogas Rumah (BIRU).
Pada akhir tahun 2009, KAN Jabung bergabung menjadi mitra pembangun dan semakin antusias untuk mengembangkan program biogas bagi anggotanya. Seiring dengan meningkatnya kesadaran anggota koperasi untuk memanfaatkan bio-slurry (ampas biogas) sebagai pupuk organik, pada tahun 2012 KAN Jabung membentuk unit usaha baru pengolahan limbah. Unit ini memberikan jasa penyemprotan bio-slurry sebagai pengganti pupuk kimia yang masih dignakan mayoritas petani di daerah Malang.
Mesin Transplanter untuk Tanam Padi
Pertama kali melihat langsung mesin penanam padi ini sebenarnya sudah sejak tahun 2008, ketika homestay di sebuah keluarga di Jepang untuk program IATS Forum Japan. Bapak keluarga homestay yang seorang petani, sangat antusias memperlihatkan dan juga menceritakan keefisienan mesin ini. Beliau juga dengan senang hati banyak bercerita dan menunjukkan teknologi pertanian di Jepang yang memang sudah sangat maju.
Tahun ini, (20170, meskipun masih ada beberapa petani mitra kita yang enggan menggunakan mesin penanam padi, akhirnya kita coba juga menanam dengan mesin ini.
Berikut ini adalah perhitungan secara kasar biaya penggunaan mesin penanam padi ini, untuk luasan 0.25ha. Biaya ongkos sewa mesin 560.000, benih 8kgxRp.15.000=Rp.120.000, konsumsi untuk 3 operator mesin Rp.120.000, maka total pengeluaran untuk proses penanaman dengan mesin adalah sekitar Rp.780.000/0.25 Ha.
Bandingkan jika kita melakukan proses tanam secara manual, maka biaya per 0.25 Ha yang dibutuhkan adalah: Buat papan pinihan: 3 orang x60.000= 180.000
Benih 15kgx15.000=225.000
Nyebar benih Rp. 60.000
Pupuk+ biaya mupuk: Rp. 100.000
Ndaut : 3x60.000=180.000
Ongkos Tandur (6 orang): Rp. 520.000
Konsumsi tandur+semua proses: Rp.400.000
Total biaya selama proses tanam manual adalah sekitar Rp. 1.665.000,-
Secara ekonomis, pemakaian mesin penanam padi memang lebih menguntungkan dan bisa mengurangi biaya produksi. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi kemarin ternyata juga sesuai dengan yang diharapkan.
Meskipun banyak tanaman padi disekitar yang terkena serangan hama wereng dan kresek, untuk lahan yang kita tanam dengan mesin, Alhamdulillah hasil panen yang diperoleh juga masih cukup menggembirakan.
Semoga, dengan pemanfaatan teknologi di bidang pertanian yang ramah lingkungan, bisa mengurangi biaya produksi, sehingga kesejahteraan petani bisa meningkat.
![]() | ||
| Persiapan pagi hari sebelum pelaksanaan tanam |
![]() |
| Penyulaman tanan padi |
![]() |
| kiri tanam manual kanan tanam mesin, pada usia 1 minggu |
![]() |
| kiri sudah terserang hama kanan alhamdulillah aman umur 2 bulan |
![]() |
| Diskusi dengan petani kadang diperlukan |
![]() |
| Asiknya main dihamparan sawah |
![]() |
| Panen, hasil baik menggunakan mesin tanam |
PALATABILITAS MAKANAN TERNAK
Senin, 28 Agustus 2017
Pameran Produk Unggulan Kab.Nganjuk 4-6 Agustus 2017
Semoga Nganjuk semakin dikenal tak hanya sebagai kota Angin, akan tetapi juga terkenal dengan produk-produk lokalnya yang tak kalah dengan daerah lain.
Terima kasih kepada Disperindag Kabupaten Nganjuk dan semua pihak yang telah bekerja keras demi suksesnya acara ini.
Ayo Cintai Produksi Lokal Anjuk Ladang!
#Taksiloka
![]() |
| Pembukaan pameran bersama Bupati Nganjuk 2 periode |
![]() |
| Bersama Wakil Bupati Nganjuk |
![]() |
| Bersama Sekda dan Kadis Indakop Nganjuk |
![]() |
| Apresiasi Pengunjung |
![]() |
| Stand Adikarya Agribisnis |
NB : Banyaknya peserta pameran yang ikut, maka ruang pamer yang seharusnya hanya kami tempati, kita bagi, dengan pelaku usaha perberasan,
Smart Biogas Plant / SBP
Selama hampir tiga bulan, kami mengoperasikan Smart Biogas Plant dari Nagaro GmbH, Germany untuk mengolah sampah organik seperti sampah dapur, kotoran sapi, minyak jelantah dsb.
Sebelumnya, kami juga sudah menggunakan type digester fixed dome untuk mengolah limbah kotoran sapi, maka secara langsung kita bisa membandingkankan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing type biogas ini.
Salah satu kelebihan utama smart biogas plant ini adalah PORTABLE atau mudah untuk dipindahkan. Ukuran digester bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan limbah yang dihasilkan.
Untuk satu keluarga (urban), atau petani yang hanya mempunyai satu atau dua sapi, bisa memakai digester yang kecil dengan volume 1000 liter.
Digester ini juga bisa diletakkan di berbagai tempat yang diinginkan, yang paling baik terkena paparan sinar matahari langsung, supaya bakteri dalam digester bisa melakukan proses fermentasi secara optimal.
Jika ingin memindahkan digester, cukup dikosongkan dahulu isinya (digester dilengkapi dengan saluran keluaran) dan bisa dipindahkan dengan mudah.
Atau jika tidak ingin memulai proses pengisian lagi dari awal, bisa juga digester diangkat langsung dengan menggunakan forklift .
Untuk type fixed dome, terutama dengan konstruksi beton, dengan ukuran diameter 3M dan tinggi 3M, selain memakan banyak tempat untuk digester utama, bak penyeimbang dan pembuangan slurry-nya, tentu saja tidak mungkin bisa dipindahkan. Sekali dibangun, tempatnya sudah tidak mungkin untuk berubah lagi (fixed)
Karena letaknya di bawah tanah, kesulitan utamanya adalah pemeliharaan dome. Jika ada kebocoran atau kerusakan, tidak bisa kita lihat secara langsung..........................................bersambung
P4S
P4S APA ITU P4S? Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah: lembaga pendidikan di bidang pertanian dan perd...
-
Pada dasarnya semua kompor LPG bisa dimodifikasi menjadi kompor berbahan bakar BIOGAS dan tidak sebaliknya. Cara paling gampang, bawa ke...
-
Jika usaha rumahan kita banyak peminatnya, maka sangat perlu mengurus ijin edar sebagai jaminan bahwa usaha makanan atau minuman rumaha...
-
Menyiasati penyusutan lahan tanam di kota besar terutama yang hobi berkebun (sayur atau bunga), adalah dengan menanam tanaman secara h...





















