Rabu, 30 Agustus 2017

Pemupukan dengan Bioslurry

 Foto ini dapat dari internet yang menulis artikel (baca dibawah) mengenai koperasi susu yang ada di Jawa Timur




Pengangkutan Pupuk Organik Cair (Bioslurry)


Penyiraman Tanaman dengan POC Bioslurry
 

Kenapa di tempat lain bisa di Nganjuk tidak bisa, Bioslurry saja mereka masih bertanya (dengan orang dinas yang masih ambigu bingung untuk jawab.......takut kena jebakan betmen)

Masih berpegang dengan foto ini semoga kita bisa mengedukasi ke masyarakat khususnya petani di Nganjuk bahwa pupuk cair organik bioslurry ini aman, lebih murah, dan karena ini berbentuk cair pengairan akan lebih hemat. 

Perlu diingat POC Bioslurry berbeda dengan tinja manusia, meski berasal dari materi buangan yang disebut kotoran (kletong/sapi dan tinja/manusia), PERBEDAANYA ternak sapi hewan herbifora dangan makanan utama yaitu hijauan daun, jerami fermentasi, bekatul (kalau peternaknya kaya bisa beli konsentrat) tapi ingat sapi tidak makan daging dan minyak, sedang manusia adalah makhluk hidup yang makan apa saja /Omnivora.
SEBAB ITU
Kotoran/tinja manusia lebih berbahaya, karena masih mengandung bakteri seperti e-coli dlsb, hal inilah yang menjadi pembeda. 





ARTIKEL

Koperasi yang Menginspirasi: Urusan Susu sampai Biogas? Beres!

Ketika mendengar kata "koperasi", sering yang langsung terbayang di pikiran orang pada umumnya adalah organisasi yang "ndeso" dan terbelakang. Pokoknya citra yang menempel pada koperasi sampai saat ini adalah anti-tesis dari hal-hal yang bersifat "kekinian".

Tetapi, coba datang ke KAN (Koperasi Agro Niaga) Jabung, yang berlokasi di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Koperasi yang berdiri sejak tahun 1979 sebagai Koperasi Unit Desa, ini mengusung motto "Agent of community development", organisasi yang memberdayakan masyarakat.

Dengan karyawan hampir 200 orang, koperasi ini berhasil mengembangkan organisasi tersebut dengan menerapkan manajemen modern sehingga tidak hanya maju dengan anggota yang terus bertambah, unit usaha dari KAN Jabung juga semakin berkembang.

Dengan anggota sekitar 1.950 peternak susu perah dari 15 desa di Jabung, KAN Jabung adalah koperasi yang mengurusi hampir semua kebutuhan anggotanya "dari hulu sampai hilir". Mulai dari melayani kebutuhan simpan pinjam untuk kebutuhan sehari-hari, koperasi juga mengurusi kredit kepemilikan ternak dan kandang, bahkan juga kredit kepemilikan reaktor Biogas Rumah (BIRU).

Pada akhir tahun 2009, KAN Jabung bergabung menjadi mitra pembangun dan semakin antusias untuk mengembangkan program biogas bagi anggotanya. Seiring dengan meningkatnya kesadaran anggota koperasi untuk memanfaatkan bio-slurry (ampas biogas) sebagai pupuk organik, pada tahun 2012 KAN Jabung membentuk unit usaha baru pengolahan limbah. Unit ini memberikan jasa penyemprotan bio-slurry sebagai pengganti pupuk kimia yang masih dignakan mayoritas petani di daerah Malang.

Mesin Transplanter untuk Tanam Padi

Panen padi musim kemarin adalah edisi perdana kami memakai mesin penanam padi.
Pertama kali melihat langsung mesin penanam padi ini sebenarnya sudah sejak tahun 2008, ketika homestay di sebuah keluarga di Jepang untuk program IATS Forum Japan. Bapak keluarga homestay yang seorang petani, sangat antusias memperlihatkan dan juga menceritakan keefisienan mesin ini. Beliau juga dengan senang hati banyak bercerita dan menunjukkan teknologi pertanian di Jepang yang memang sudah sangat maju.
Bagi kami masyarakat Jawa, sebenarnya proses tanam padi atau tandur yang biasanya diawali dengan prosesi wiwitan ini sangat sarat dengan budaya, sosial, perwujudan pengharapan dan juga rasa syukur petani yang tinggi. Ketika ada teknologi yang menggantikan kebiasaan ini, memang diperlukan waktu dan pembuktian akan manfaat yang sebenarnya bagi kehidupan petani.
Hanya saja, kenyataan sekarang, tak banyak lagi ibu-ibu yang mau menjalani profesi sebagai tukang tandur. Mereka sekarang biasanya berusia diatas 40 tahun dan bekerja berkelompok mulai dari 5 sampai 10 orang. Biasanya, pada saat musim tanam, permintaan akan jasa mereka sangat tinggi. Bahkan kadang untuk mendapatkan jadwal yang sesuai kita harus indent dulu minimal satu bulan sebelumnya.
Tahun ini, (20170, meskipun masih ada beberapa petani mitra kita yang enggan menggunakan mesin penanam padi, akhirnya kita coba juga menanam dengan mesin ini.
Berikut ini adalah perhitungan secara kasar biaya penggunaan mesin penanam padi ini, untuk luasan 0.25ha. Biaya ongkos sewa mesin 560.000, benih 8kgxRp.15.000=Rp.120.000, konsumsi untuk 3 operator mesin Rp.120.000, maka total pengeluaran untuk proses penanaman dengan mesin adalah sekitar Rp.780.000/0.25 Ha.
Bandingkan jika kita melakukan proses tanam secara manual, maka biaya per 0.25 Ha yang dibutuhkan adalah: Buat papan pinihan: 3 orang x60.000= 180.000
Benih 15kgx15.000=225.000
Nyebar benih Rp. 60.000
Pupuk+ biaya mupuk: Rp. 100.000
Ndaut : 3x60.000=180.000
Ongkos Tandur (6 orang): Rp. 520.000
Konsumsi tandur+semua proses: Rp.400.000
Total biaya selama proses tanam manual adalah sekitar Rp. 1.665.000,-
Secara ekonomis, pemakaian mesin penanam padi memang lebih menguntungkan dan bisa mengurangi biaya produksi. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi kemarin ternyata juga sesuai dengan yang diharapkan.
Meskipun banyak tanaman padi disekitar yang terkena serangan hama wereng dan kresek, untuk lahan yang kita tanam dengan mesin, Alhamdulillah hasil panen yang diperoleh juga masih cukup menggembirakan.
Semoga, dengan pemanfaatan teknologi di bidang pertanian yang ramah lingkungan, bisa mengurangi biaya produksi, sehingga kesejahteraan petani bisa meningkat.

Persiapan pagi hari sebelum pelaksanaan tanam

Penyulaman tanan padi


kiri tanam manual kanan tanam mesin, pada usia 1 minggu


kiri sudah terserang hama kanan alhamdulillah aman umur 2 bulan


Diskusi dengan petani kadang diperlukan
Asiknya main dihamparan sawah


Panen, hasil baik menggunakan mesin tanam

PALATABILITAS MAKANAN TERNAK



Apakah bahan baku pakan yang akan diberikan ke ternak sapi akan disukai atau tidak disukai, wajib hukumnya dites dulu oleh formulatornya. Kalau formulatornya merasakan enak, nyaris bisa dipastikan ternak sapi juga akan suka (palatable).
Misal, batang rumput Gajah, sama sekali tidak ada rasanya. Makanya sapi tidak mau memakannya. Masih mending batang rumput Odot, ada sedikit rasa manis-manisnya.

Untuk meningkatkan palatabilitasnya, makanya perlu di cacah dengan mesin chopper, supaya lebih lembut ukurannya dan kemudian difermentasi secara tertutup selama minimum 4 minggu. 
Maka hasilnya batang rumput Gajah atau pun serat yang lain, rasanya akan menjadi manis. Sekaligus menekan jumlah sisa pakan dari rumput yang harus dibuang. ZERO WASTE.

Salah satu bahan baku konsentrat ternak sapi yang rasanya paling enak dan gurih adalah bungkil kelapa nyiur (kopra). Jadi, sebaiknya pemakain kopra sangat membantu untuk meningkatkan nilai palatabilitas konsentrat. 
Dengan catatan pemakaianya jangan melebihi batas maksimum 5%. Karena ada kelemahannya juga, menjadi cepat tengik bila disimpan terlalu lama, >1 minggu, bila penggunaannya melebihi batas.

Senin, 28 Agustus 2017

Pameran Produk Unggulan Kab.Nganjuk 4-6 Agustus 2017

Alhamdulillah, tgl 4-6 Agustus kemarin bisa ikut berpartisipasi di pasar rakyat dan pameran produk unggulan Kab.Nganjuk yang bertempat di GOR Bung Karno Begadung - Nganjuk.
Semoga Nganjuk semakin dikenal tak hanya sebagai kota Angin, akan tetapi juga terkenal dengan produk-produk lokalnya yang tak kalah dengan daerah lain.
Terima kasih kepada Disperindag Kabupaten Nganjuk dan semua pihak yang telah bekerja keras demi suksesnya acara ini.
Ayo Cintai Produksi Lokal Anjuk Ladang!
#Taksiloka

Pembukaan pameran bersama Bupati Nganjuk 2 periode

Bersama Wakil Bupati Nganjuk

Bersama Sekda dan Kadis Indakop Nganjuk


Apresiasi Pengunjung

Stand Adikarya Agribisnis


NB : Banyaknya peserta pameran yang ikut, maka ruang pamer yang seharusnya hanya kami tempati, kita bagi, dengan pelaku usaha perberasan, 

Smart Biogas Plant / SBP


Selama hampir tiga bulan, kami mengoperasikan Smart Biogas Plant dari Nagaro GmbH, Germany untuk mengolah sampah organik seperti sampah dapur, kotoran sapi, minyak jelantah dsb.
Sebelumnya, kami juga sudah menggunakan type digester fixed dome untuk mengolah limbah kotoran sapi, maka secara langsung kita bisa membandingkankan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing type biogas ini.

Salah satu kelebihan utama smart biogas plant ini adalah PORTABLE atau mudah untuk dipindahkan. Ukuran digester bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan limbah yang dihasilkan.
Untuk satu keluarga (urban), atau petani yang hanya mempunyai satu atau dua sapi, bisa memakai digester yang kecil dengan volume 1000 liter.

Digester ini juga bisa diletakkan di berbagai tempat yang diinginkan, yang paling baik terkena paparan sinar matahari langsung, supaya bakteri dalam digester bisa melakukan proses fermentasi secara optimal.

Jika ingin memindahkan digester, cukup dikosongkan dahulu isinya (digester dilengkapi dengan saluran keluaran) dan bisa dipindahkan dengan mudah.
Atau jika tidak ingin memulai proses pengisian lagi dari awal, bisa juga digester diangkat langsung dengan menggunakan forklift .

Untuk type fixed dome, terutama dengan konstruksi beton, dengan ukuran diameter 3M dan tinggi 3M, selain memakan banyak tempat untuk digester utama, bak penyeimbang dan pembuangan slurry-nya, tentu saja tidak mungkin bisa dipindahkan. Sekali dibangun, tempatnya sudah tidak mungkin untuk berubah lagi (fixed)

Karena letaknya di bawah tanah, kesulitan utamanya adalah pemeliharaan dome. Jika ada kebocoran atau kerusakan, tidak bisa kita lihat secara langsung..........................................bersambung

SAMPAH DAN PERUBAHAN IKLIM



Kita memproduksi sampah baik sampah organik maupun sampah inorganik setiap hari. Tahu kah kita bahwa kegiatan konsumsi yang kita lakukan menghasilkan sampah-sampah ini dan bahwa kegiatan tersebut berkontribusi besar terhadap pemanansan global dan perubahan iklim?

Apa itu pemanasan global? Gas apa saja yang menyebabkan pemanansan global? Dari mana asalnya? Apa hubungannya dengan perubahan iklim? Apakah mengolah sampah kita menjadi biogas bisa mengurangi efek pemanansan global? Bagaimana caranya? Bagaimana pemanfaatan biogas?

Temukan jawabannya bersama Azim Khan dan Mbak Yayuk Sri Rahayu di kegiatan berikut.

Bagi yang sudah mendaftar jangan lupa membawa papan jalan (untuk menulis) dan membawa alat tulis.

Kit membuat biogas mini tersedia dalam kegiatan ini.

Pertemuan dengan Wakil Bupati Sragen 10 Mei 2017

Pada tgl 10 Mei 2017 kemarin, bertempat di Ruang Rapat Bupati Sragen, Bapak Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno berkenan menerima kami, Azim Khan (mewakili Nagaro Gmbh dari Frankfurt- Jerman), Khilda Baiti Rohmah (Sampahkoe, CNN heroes-mendulang berkah dari sampah), saya dan Yudi Nurwanto.
Sedang kan perwakilan dari Kabupaten Sragen, hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan jajarannya, Tenaga Ahli Bidang Infrastruktur dan Bidang Teknologi Tepat Guna, Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo, Direktur BUMDes Adhirajasa Tangkil, dan Volunteer Sampah Sragen dll.
Pertemuan ini membahas mengenai Upaya Pemerintah Daerah Sragen dalam menyiapkan Sistem Energi Terbarukan dengan menyiapkan energi hasil dari pengolahan sampah dan Biogas. Pak Dedy berharap dengan terbentuknya lembaga yang menangani Pengembangan Energi Terbarukan dan bisa diaplikasikan di desa desa, akan dapat mengurangi efek timbunan sampah dan juga bisa menghasilkan energi.
Selama ini, kami bersama petani mitra di Adikarya telah berusaha untuk menerapkan pertanian terintegrasi dengan limbah yang bermanfaat (zero waste farming untuk 4F, Food-Feed-Fuel-Fertilizer) sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai petani untuk mengembalikan bahan-bahan organik yang telah kami ambil manfaatnya untuk dikembalikan ke bumi.
Permasalahan yang kami hadapi sekarang adalah pengolahan sampah anorganik, terutama dari berbagai jenis plastik dan sampah rumah tangga lainnya yang sudah mulai mencemari lingkungan desa dan juga persawahan.
Sesuai dengan pemaparan AzimKhan, salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah ini adalah dengan 'desentralized waste management' yaitu mengelola sampah mulai awal dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Setiap rumah tangga, akan mau mengelola dan bertanggung jawab akan sampahnya, apabila mereka akan mendapatkan manfaat langsung yang bisa dirasakan seperti energi (gas, listrik), pupuk, uang dsb, seperti yang selama ini telah dilakukan oleh mbak Khilda dengan bank sampah dan pemberdayaan masyarakatnya.
Alhamdulillah, semakin banyak ilmu dan kolaborasi baru yang bisa dilakukan untuk bersama-sama menerapkan pengelolaan sampah dan penerapan energi terbarukan sebagai salah satu sumbangsih kami untuk masyarakat dan negeri tercinta ini.
Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kami ucapkan kepada Bapak Joko Sambodo, yang telah menginisiasi dan memfasilitasi pertemuan ini, juga kepada Bapak Wakil Bupati Sragen dan segenap perwakilan Pemda Sragen dan semua pihak yang ikut terlibat.






 
 



P4S

P4S APA ITU P4S? Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah: lembaga pendidikan di bidang pertanian dan perd...