Selasa, 29 Maret 2016

Hand Made Soap dari Bekatul (Rice Bran)

Bekatul (rice bran) adalah hasil samping pemrosesan gabah menjadi beras, yang terdiri dari aleurone layer, seed coat dan germ.
Setidaknya 10 % bekatul dihasilkan dari proses ini. Karena mayoritas penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok, produksi bekatul tentu saja cukup besar. Sayangnya, sampai saat ini, bekatul hanya populer sebagai pakan ternak.

Padahal, banyak ahli yang menyebutkan bahwa bekatul mengandung komponen bioaktif pangan yang pangan bermanfaat bagi kesehatan sehingga bekatul sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang bernilai gizi dan menyehatkan. Kandungan asam amino pada bekatul, juga bisa ditambahkan pada produk-produk kecantikan seperti sabun mandi, pelembab, pembersih kulit dll.

Tujuannya untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan kulit. Selain itu, bekatul juga mengandung asam ferulat yang akan melindungi asam lemak melawan kerusakan oksidasi yang disebabkan oleh berbagai polutan, peroksida dan radikal bebas yang dibentuk selama metabolisme tubuh.

Berkolaborasi dengan mbak Mei Ibu TataYasmin, Adikarya Agribisnis mengembangkan hand made natural sabun dari bekatul, dengan berbagai varian yang bermanfaat baik untuk kulit sensitive maupun normal.




‪#‎bekatul‬ 2dnext level

Belajar Mengenal Lebih Jauh tentang Bekatul

Bekatul (rice bran) adalah hasil samping penggilingan padi yang terdiri dari aleurone layer, seed coat, dan germ. Bekatul dihasilkan pada saat yang bersamaan dengan dihasilkannya beras. Setidaknya 10 persen proses penggilingan padi menjadi beras menghasilkan produk samping berupa bekatul (Shih, 2003).

Diagram alir proses pengolahan beras dan bekatul.
Diagram alir proses pengolahan beras dan bekatul.

Jumlah produksi bekatul berbanding lurus dengan produksi beras. Indonesia yang mayoritas penduduknya menjadikan beras sebagai makanan pokok tentunya memiliki produksi bekatul yang cukup besar.  Sebagai gambaran berdasarkan data BPS, produksi padi di Indonesia tahun 2010 mencapai 65,98 juta ton gabah kering giling.  Dengan menghitung 10 persen dari total produksi padi dapat menghasilkan bekatul, diperkirakan ada hasil samping 6,59 juta ton bekatul.
Sangat disayangkan, sampai saat ini pemanfaatan bekatul masih sangat terbatas, yaitu hanya sebagai pakan ternak.  Padahal, laporan penelitian menyebutkan bahwa bekatul mengandung komponen bioaktif pangan yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga bekatul sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang bernilai gizi dan menyehatkan.

Kandungan dan manfaat dari bekatul
Komposisi kimia bekatul sangat bervariasi, tergantung kepada faktor agronomis padi, termasuk varietas padi, dan proses penggilingannya.  Bekatul kaya akan vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, dan B6), vitamin E (tocopherols dan tocotrienols), carotenoids, asam lemak esensial, dietary fiber, asam amino, g-oryzanol, polyphenols, mineral, dan phytosterols.  Komponen-komponen bioaktif bekatul banyak terdapat pada pada bagian seed coat dan aleurone layer.
Manfaat bekatul di antaranya adalah menurunkan secara nyata kadar kolesterol darah, yaitu low density lipo-protein (LDL) cholesterol dan very low density lipo-prortein  (VLDL) cholesterol, serta dapat meningkatkan kadar high density lipo-protein (HDL) pada kolesterol darah.  Kemampuan bekatul dalam menurunkan kadar kolesterol disebabkan adanya kandungan g-oryzanol dan kandungan asam lemak tidak jenuh.
Manfaat lain dari bekatul adalah kemampuannya untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan metabolisme glukosa yang dibuktikan dengan menggunakan hewan percobaan, yang disebut stroke-prone spontaneously hypertensive rats (SHRSP), yaitu spesies tikus yang secara genetik mengalami hipertensi dan hiperlipidemia. Mekanisme penurunan tekanan darah melalui penghambatan kerja enzim angiotensin I-converting enzyme (ACE), yaitu suatu enzim yang bertanggung jawab terhadap peningkatan tekanan darah.
Di beberapa negara maju, khususnya di Jepang dan Amerika Serikat, kandungan asam amino yang terdapat pada bekatul telah ditambahkan ke dalam produk-produk kecantikan.  Produk-produk tersebut antara lain sabun mandi, pelembab dan pembersih kulit, serta pelembab muka. Tujuan penggunannya adalah untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan kulit.  Kandungan asam amino yang terdapat pada bekatul diketahui sangat sesuai untuk memberikan efek perlindungan kulit. Bekatul juga mengandung asam ferulat (ferulic acid), yang telah diketahui secara luas sebagai antioksidan dan bahan fotoprotektif.  Asam ferulat  akan melindungi asam lemak melawan kerusakan oksidasi yang disebabkan oleh berbagai jenis polutan, peroksida, dan radikal bebas yang dibentuk selama proses metabolisme tubuh.

Bagaimana mengetahui bekatul yang baik
Kandungan lemak pada bekatul mencapai 20 persen. Hal ini dapat menyebabkan penurunan mutu pada bekatul, yaitu terjadinya ketengikan.  Kandungan air yang terdapat di dalam bekatul juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya proses hidrolisis lemak.  Oksidasi lemak pada bekatul dipercepat karena adanya aktivitas enzim lipase yang menghidrolisa lemak pada bekatul menjadi asam lemak bebas yang bersifat labil (mudah mengalami oksidasi).  Kemudian rasa pahit ditimbulkan oleh senyawa peptida hidrofobik dengan berat molekul rendah hasil hidrolisis protein oleh enzim protease. Untuk bisa menjadikan bekatul sebagai pangan yang berkualitas dan awet, komponen penyebab kerusakan dari bekatul harus dihilangkan atau dihambat. Meski demikian, komponen bioaktifnya harus tetapi dijaga agar tidak hilang atau setidaknya dapat meminimalkan kehilangan komponen tersebut.

Pohon industri bekatul
Pohon industri pemanfaatan bekatul (Modifikasi dari Cosmetic Ingredient Review Expert Panel, 2006)
Pohon industri pemanfaatan bekatul (modifikasi dari Cosmetic Ingredient Review Expert Panel, 2006).
Dengan proses stabilisasi menggunakan suhu dan waktu tertentu (pemanasan) dapat dihasilkan fiber ingredient dan proses ekstraksi yang selanjutnya dapat menghasilkan minyak dan bahan non-minyak.  Penggunaan bekatul di luar negeri (misalnya di Jepang dan AS) secara komersial diperoleh dengan mengekstraksi bekatul menjadi minyak goreng.  Selain itu, bekatul telah digunakan dalam industri pangan, serta sebagai bahan baku industri farmasi dan industri kecantikan.

Cara penyimpanan bekatul
Setelah proses stabilisasi, penyimpanan bekatul yang awet memegang peranan penting agar bekatul tidak mudah rusak. Kerusakan bekatul kemungkinan disebabkan oleh ketengikan akibat terjadinya oksidasi atau hidrolisis kandungan lemak yang terdapat pada bekatul. Dengan kandungan air berkisar antara 6-7 persen, bekatul sebaiknya disimpan dalam tempat yang dingin dan kering sehingga tidak mudah ditumbuhi oleh mikoorganisme perusak. Bekatul dapat disimpan dalam kemasan plastik (contohnya polyethylene atau PE) agar memberi perlindungan terhadap terjadinya pencemaran, kerusakan fisik, dan dapat menahan perpindahan gas dan uap air.

Cara mengonsumsi bekatul
Tepung bekatul dapat digunakan sebagai bahan subtitusi roti, cookies, minuman berserat, dan sereal sarapan.  Untuk dijadikan sebagai penganan, bekatul dapat dicampur dengan bahan lain pada pembuatan biskuit, kue, dan sereal. Substitusi 10-15 persen bekatul ke dalam tepung terigu dapat memberikan hasil yang optimal penerimaan konsumen pada produk kue kering dan roti manis. Substitusi tepung bekatul awet sebanyak 20 persen juga telah diaplikasikan pada produk breakfast rice bran cereal.

Produk olahan bekatul dalam bentuk breakfast rice bran cereal.
Pemanfaatan bekatul menjadi produk minyak bekatul (rice bran oil atau RBO) telah lama dilakukan di beberapa negara maju, khususnya di Jepang dan Amerika Serikat. RBO merupakan salah satu minyak yang telah dijual di masyarakat umum.  RBO terutama digunakan sebagai bahan baku produk (makanan rigan), margarin, dan mayones.



Penulis: Ardiansyah, peneliti dalam bidang pangan di Universitas Bakrie, Jakarta, serta alumnus Tohoku University, Jepang. Kontak: arditpg(at)gmail(dot)com.
Sumber:  http://majalah1000guru.net/2011/10/mengenal-bekatul-lebih-jauh/
// Rubrik Kesehatan · Majalah 1000guru · October 2011 //

Sabtu, 27 Februari 2016

Pakan Ternak dan Ikan Olahan dari Kotoran Sapi



Limbah kotoran sapi selalu menjadi persoalan lingkungan karena dapat mencemari sungai, berbau dan sumber penyakit. Namun di tangan empat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, kotoran sapi diolah menjadi pakan ternak, pupuk dan media tanam jamur.

Erina Aprilia Hidayati, Munawaroh, Arif Suryo Nugroho dan Faiq mengubah kotoran sapi lebih bermanfaat dan menghasilkan.  "Kami meneliti kotoran sapi melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat," kata Erina, Jumat 8 Mei 2015.

Mereka memanfaatkan kotoran sapi yang menjadi limbah di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Peternak sapi hanya memanfaatkan kotoran sapi yang ditangkap gas metananya sebagai biogas.

Sayangnya, warga tak memanfaatkan limbah cair dan ampas kotoran sapi. Kadang mereka mengalirkannya ke sungai sehingga mencemari lingkungan.

Para mahasiswa itu memisahkan limbah padat dan cair mengunakan spiner. Setelah terpisah ampas kotoran ditambah dedak, tepung ikan dan EM4 untuk mempercepat fermentasi.

Hasilnya padatan kotoran sapi bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pakan ikan, pupuk padat dan media tanam jamur.
Sedangkan limbah cair dimanfaatkan untuk pupuk cair. Olahan limbah kotoran sapi dinamakan Paprika Manjur (pakan ternak, pakan ikan, pupuk organik dan media tanam jamur) bernilai ekonomis tinggi dan ramah lingkungan.

Meski banyak produk sejenis, namun mereka optimistis bakal diborong pembeli. Lantaran lebih aman, berasal dari bahan alami, dan harganya murah sehingga peternak mendapat dua manfaat sekaligus.  Yakni mengolah kotoran sapi yang menguntungkan dan menyelamatkan lingkungan dari pencemaran lingkungan.

Ketua Kelompok Tani Sumber Hasil Toyomerto, Soedardji mengatakan selama ini warga kebingungan membuang limbah biogas. Biasanya mereka membuang limbah cair kotoran sapi langsung sungai. "Sehingga kotoran sapi menimbulkan masalah," katanya.

Perkampungan berpenduduk 800 keluarga ini memilih menggunakan biogas limbah kotoran ternak sapi. Mereka membangun sekitar 27 unit reaktor menangkap gas metana sebagai pengganti gas elpiji. "Dulu setiap bulan membeli gas elpiji Rp 75.000," katanya.

Populasi sapi perah di Toyomerto mencapai 1.200 ekor. Sekitar 70 persen penduduk memanfaatkan gas metana. Selain mencegah pencemaran sumber air juga bermanfaat secara ekonomis. Setiap reaktor dimanfaatkan 5-10 keluarga dengan kepemilikan sapi mencapai 25 ekor.

Sumber : TEMPO.CO , Malang.

Minggu, 21 Februari 2016

Anak di Bawah Umur Mengendarai Motor, Salah Satu Bentuk Kelalaian Orang Tua.

Hari Minggu kemarin, mau tak mau akhirnya kita harus berurusan dengan "TETOT'ERS", julukan kami bagi anak bawah umur yang mengendarai motor.
Dengan memakai motor matic baru, masih belum ada plat nomornya serta membonceng ibu dan adiknya yang tanpa helm, si Tetot'ers cewek kelas satu smp berusia sekitar 14 tahun ini, menabrak bember belakang mobil kami. Setelah menyalip mobil di belakang kami dengan kencang, dia kaget dan tidak bisa menguasai lagi motornya dan langsung menabrak bemper mobil belakang.
Untunglah tidak ada yang terluka. Hanya bagian belakang mobil dan motornya yang penyok.
Dengan wajah pucat dan merasa bersalah, si Tetot'er dan ibunya menurut sajak kita ajak ke kantor polisi terdekat.
Sebenarnya tidak tega juga mau memperkarakan dan mobilpun ada asuransinya, hanya saja, kami memang ingin memberi pelajaran juga kepada mereka supaya lebih berhati-hati dan mentaati peraturan lalu lintas. Kadang, nyawa adalah taruhannya.



Sepertinya sekarang wajar ya kalau melihat anak kecil naik sepeda motor. Perkembangan zaman yang begitu pesat membuat setiap orang dengan mudahnya memiliki motor. Ironisnya, motor yang sejatinya untuk sarana transportasi terkadang digunakan sebagai ajang pamer dan gengsi semata. Banyak anak di bawah umur yang bangga kalau mereka bisa naik motor dan kebut-kebutan di jalan, meski mereka belum memiliki SIM.
Banyak anak-anak di bawah umur dan anak muda bahkan rela sampai mengancam bunuh diri kepada orang
tuanya supaya dibelikan motor agar tidak dianggap cupu oleh teman-temannya.. Banyak anak SD dan SMP juga yang telah dibiarkan secara bebas oleh orang tuanya menggunakan motor, padahal mereka juga belum pantas untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM)..

Melihat fenomena tersebut, kepolisian pun beranggapan itu adalah tanggung jawab bersama, mengingat dari pihak kepolisian kerap melakukan sosialisasi ketiap-tiap sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP), guna untuk meberikan penjelasan bahayanya anak dibawah umur mengendarai sepeda motor. Untuk itu, peran orang tua sangat penting, mengingat mereka memiliki otoritas penuh terhadap anaknya.

Sesuai aturan berlalu lintas, seseorang baru boleh memiliki SIM C (untuk kendaraan bermotor) ketika sudah
berumur 16 tahun. Rata-rata anak SMP berumur 12 - 15 tahun. Kalau anak SD tentu jauh dibawahnya. Nah itu artinya anak-anak ini belum memenuhi syarat untuk memiliki SIM C walau semahir apapun mereka
mengendarai sepeda motor.

Dalam mengendarai sepeda motor bukan hanya diperlukan kemahiran, tetapi juga tanggung jawab dan pemahaman terhadap aturan berlalu lintas yang berlalu. Kemahiran memang bisa diperoleh dari banyak berlatih, tapi tanggung jawab dan pemahaman tidak bisa. Rata-rata anak dibawah umur belum bisa bertanggung jawab dalam menggunakan kendaraan bermotor, hanya sekedar asal naik dan asal bisa. Kalau urusan pemahaman terhadap aturan yang berlaku, bagaimana mereka bisa disebut paham kalo mereka naik motor tanpa memiliki SIM, yang sebenarnya sudah menunjukkan ketidakpahaman terhadap aturan yang berlaku kan?!

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan data kematian akibat kecelakaan lalu lintas tetap tinggi beberapa tahun terakhir. Sekitar separuh dari kematian akibat kecelakaan lalu lintas melibatkan pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Tanpa upaya pencegahan, WHO memperkirakan menjelang tahun 2020 setiap tahun diperkirakan 1,9 juta orang meninggal di jalan. 

Dalam hal ini peran orang tua sangat penting untuk mendidik dan membimbing anaknya. Sebaiknya orang tua jangan menuruti keinginan anak saja. Berilah mereka kendaran yang pas sesuai dengan usia mereka. Lebih baik memberikan sepeda dan membiarkan bermain di jalan atau di lapangan bersama teman-temannya karena sepeda lebih aman untuk mereka. 

Orang tua sebaiknya juga memberikan pemahaman kepada anak tentang kapan sebaiknya mereka berkendara. Jangan lupa, tanamkan pula sifat disiplin untuk tertib berlalu lintas. Jika mereka sudah diajari untuk disiplin dan beretika di jalan, kelak mereka akan menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab, siapa tahu dengan hal ini kecelakaan di jalan bisa berkurang. 

---oOo----


Jumat, 19 Februari 2016

Profil Femina 16 - 22 Januari 2016

Alhamdulillah mendapat kesempatan menjadi profil Femina edisi 16 - 22 Januari 2016.
Memilih untuk menjadi petani mandiri, cerdas dan kreatif dengan Zero Waste Farming untuk 4F (Food, Feed, Fertilizer and Fuel).
Semoga tetap istiqomah...







Hand Made Bag Kreasi Ibu - Ibu TK Pertiwi Putren 2

Kreatif dan produktif itu adalah dengan memanfaatkan waktu menunggu anak sekolah, dengan menghasikan karya yang bermanfaat dan bernilai.
Meski sambil ngerumpi dan ngobrol seperti biasa, tapi tangan- tangan terampil ibu- ibu di TK Pertiwi Putren 2 ini bisa menghasilkan karya - karya yang yang cantik.





 Dari kain perca dan blacu, dihasilkan hand made bag cantik seperti berikut.








Alhamdulillah, waktu senggang bisa lebih bermanfaat, semoga bisa lebih membantu perekonomian keluarga.

Bisa juga pesan dengan motif sulam atau desain sendiri.
Monggo, silakan yang berminat bisa wa/sms di 085748605277.

...oOo...

Selasa, 09 Februari 2016

MEA sudah diberlakukan.

Tanpa upacara khusus, secara resmi MEA sudah diberlakukan.
MEA secara ringkas berisi lima hal, yaitu diberlakukannya arus bebas antar sesama negara di ASEAN, meliputi :
1. Arus bebas Barang
2. Arus bebas Jasa
3. Arus bebas Tenaga Kerja Terampil.
4. Arus bebas Modal
5. Arus bebas Investasi
Untuk kelima hal tersebut, kita punya kesempatan yang sama. Apakah kita akan menyerbu negara Asean lain dengan Barang, Jasa, Tenaga Kerja Trampil, Modal dan Investasi, atau sebaliknya justru kita yang akan diserbu? Semuanya terpulang kepada kita sebagai pelaku usaha...!
- 1.000 warga Filipina sejak Oktober 2015 telah mengikuti kursus Bahasa Indonesia dan pada Maret 2016 akan diberi pelatihan tentang penggunaan GPRS serta belajar Kebudayaan Indonesia untuk disiapkan menjadi SOPIR TAKSI di Indonesia.
- Ratusan pebisnis dari Thailand telah mengikuti kursus kilat bahasa Jawa untuk bisa masuk berbisnis di Jawa tanpa perantara.
- Di Vietnam, Ribuan Guru sedang melaksanaan kursus Bahasa Indonesia dan Budaya Indonesia agar bisa membuka Les Private Bahasa Inggris dan Mandarin di Indonesia.
- Ratusan Konsultan Keuangan dan Akuntan di Singapura yang tidak terserap lapangan pekerjaan di Singapura sedang belajar Khusus Budaya Jawa, Bali dan NTB untuk bisa mendirikan Lembaga Konsultan Keuangan pada wilayah tersebut.
- Ribuan warga Miyanmar mulai Febuari 2016 membuka pelatihan Montir kendaraan bermotor dan Service HP untuk penempatan di Indonesia.
Lalu, apa yang sudah dipersiapkan oleh warga Indonesia untuk bersaing dengan mereka di Negeri sendiri?
Atau bersiap hijrah ke negeri mereka dengan berbekal kemampuan?
Atau kabur berhijrah tanpa bekal dan ketika pulang seluruh Tanah dan (mungkin) Rumah kita sudah dibeli oleh warga asing?
Apakah kita hanya ingin menjadi penonton, atau menjadi sasaran yang diserbu, atau justru menjadi eksportir yang menyerbu pasar di negara ASEAN lainnya...?!
Siapkan diri kita dengan skill berbisnis antar negara, mari selalu berinovasi atau kita akan terlibas duduk menjadi penonton.

P4S

P4S APA ITU P4S? Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah: lembaga pendidikan di bidang pertanian dan perd...