Jumat, 29 April 2016

Brosur KIM Adikarya Sukomoro Nganjuk


Brosur ini kami cetak untuk menyebarkan informasi dan edukasi berupa kegitan yang ada di KIM Adikarya Sukomoro Nganjuk.
Monggo kalau mau di perbanyak, atau yang ingin copy paste, harap ijin dulu.....untuk menyambung silahturahmi.

 

Selasa, 26 April 2016

Rumah Kesekretariatan KIM Adikarya


Merupakan rumah kegiatan dan kesekretariatan (susah nulisnya, saya sebut "kantor" saja), banyak aktifitas ataupun kegiatan yang bisa dilakukan disini, mulai diskusi, sampai bermain bagi anak anak.
So silahkan berkunjung, tapi sebelum berkunjung bikin janji dulu ya, karena banyak aktifitas yang lain, kantor ini terkadang hanya ada anak anak yang bermain, atau pekerja.

Siaran di Radio Suara Anjuk Ladang AKA Nganjuk

Siaran di studio RSAL bersama operator mbak Ambar, topik tentang pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan
Pertama diajak siaran di RSAL, binggung juga dengan singkatan ini, karena yang diketahui RSAL itu adalah Rumah Sakit Angkatan Laut di Surabaya, tapi ini Radio Suara Anjuk Ladang. Baru setelah berbincang lama diketahui Anjuk Ladang (sangsekerta) yang sama artinya dengan kota angin/bayu julukan kota Nganjuk.
Untuk diketahui sebelumnya kenapa disebut kota angin, memang pada musim kemarau, kalau tidak salah pada bulan menjelang Agustus sampai dengan Oktober angin sangat kencang, tapi setelah adanya pemanasan gobal yang bukan isu lagi, musim angin tidak hanya terjadi pada bulan-bulan tersebut, terkadang di musim hujan angin juga sangat kencang.........hehehe itulah kota Nganjuk sekarang.
Pada siaran langsung atau online di RSAL ini adalah mengenalkan tentang Adikarya Agribisnis dengan sistem pertanian dan perternakan, yang di jargonkan dengan ZWF atau Zero Waste Farming yaitu Pertanian / Peternakan dengan Limbah yang bermanfaat.
Sebenarnya ZWF ini adalah konsep lama yang sudah ada sejak dari nenek moyang kita ada dan mengenal pertanian dan peternakan, tapi masih ada yang tertinggal yaitu pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai energi kita sebut Fuel.
Oleh karena itu di ZWF akan menghasilkan 4F yaitu. Food, Feed, Fertilizer dan Fuel.
Nah ........... dari konsep yang telah diterapkan dan pelaksanaanya telah berjalan ini, di adikarya agribisnis, semoga  bisa memberikan pemahaman, dan merubah pola pikir yang sedikit berbeda mengenai pertanian dan peternakan, khususnya petani peternak yang ada di kota anjuk ladang aka Nganjuk.

Jumat, 22 April 2016

Struktur Pengurus KIM Adikarya

Majalah FEMINA 2015 PETANI MODERN

Judul di sampul depan "PETANI MODERN", bukan dengan memiliki peralatan pertanian yang modern, karena industri pertanian di negara kita masih banyak di pengaruhi oleh banyak kepentingan, politik dan birokratis.
Modern di sini karena banyak anak muda (generasi gadget, jempol dan telunjuk), tidak pernah dikenalkan dengan profesi petani. Dimana petani yang merupakan produsen bahan makanan kalah atau tengelam dengan dan oleh industri manufaktur yang banyak menyerap tenaga kerja serta industri hiburan atau entertain.
Tapi Modern dijudul sampul adalah manajemen pengelolaan lahan pertanian yang terintegasi dengan peternakan. Dimana limbah hasil pertanian berupa jerami, sekam, dan bekatul bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, selanjutnya dari limbah peternakan menghasilkan energi berupa biogas yang bisa digunakan sebagai penganti LPG ataupun energi skala rumah tangga, dan bila gas yang dihasilkan itu banyak bisa untuk skala kampung sedangkan sisa hasil akhir berupa bioslurry atau pupuk organik siap pakai untuk dipergunakan di lahan dan bila produksi berlebih bisa dijual secara retail ke petani lain.  



 

Kamis, 21 April 2016

Pedoman Penyembelihan Hewan Qurban


Mengenal Bekatul

Mengenal Bekatul Lebih Jauh

Bekatul (rice bran) adalah hasil samping penggilingan padi yang terdiri dari aleurone layer, seed coat, dan germ. Bekatul dihasilkan pada saat yang bersamaan dengan dihasilkannya beras. Setidaknya 10 persen proses penggilingan padi menjadi beras menghasilkan produk samping berupa bekatul (Shih, 2003).
Diagram alir proses pengolahan beras dan bekatul.
Diagram alir proses pengolahan beras dan bekatul.
Jumlah produksi bekatul berbanding lurus dengan produksi beras. Indonesia yang mayoritas penduduknya menjadikan beras sebagai makanan pokok tentunya memiliki produksi bekatul yang cukup besar.  Sebagai gambaran berdasarkan data BPS, produksi padi di Indonesia tahun 2010 mencapai 65,98 juta ton gabah kering giling.  Dengan menghitung 10 persen dari total produksi padi dapat menghasilkan bekatul, diperkirakan ada hasil samping 6,59 juta ton bekatul.
Sangat disayangkan, sampai saat ini pemanfaatan bekatul masih sangat terbatas, yaitu hanya sebagai pakan ternak.  Padahal, laporan penelitian menyebutkan bahwa bekatul mengandung komponen bioaktif pangan yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga bekatul sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang bernilai gizi dan menyehatkan.
Kandungan dan manfaat dari bekatul
Komposisi kimia bekatul sangat bervariasi, tergantung kepada faktor agronomis padi, termasuk varietas padi, dan proses penggilingannya.  Bekatul kaya akan vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, dan B6), vitamin E (tocopherols dan tocotrienols), carotenoids, asam lemak esensial, dietary fiber, asam amino, g-oryzanol, polyphenols, mineral, dan phytosterols.  Komponen-komponen bioaktif bekatul banyak terdapat pada pada bagian seed coat dan aleurone layer.
Manfaat bekatul di antaranya adalah menurunkan secara nyata kadar kolesterol darah, yaitu low density lipo-protein (LDL) cholesterol dan very low density lipo-prortein  (VLDL) cholesterol, serta dapat meningkatkan kadar high density lipo-protein (HDL) pada kolesterol darah.  Kemampuan bekatul dalam menurunkan kadar kolesterol disebabkan adanya kandungan g-oryzanol dan kandungan asam lemak tidak jenuh.
Manfaat lain dari bekatul adalah kemampuannya untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan metabolisme glukosa yang dibuktikan dengan menggunakan hewan percobaan, yang disebut stroke-prone spontaneously hypertensive rats (SHRSP), yaitu spesies tikus yang secara genetik mengalami hipertensi dan hiperlipidemia. Mekanisme penurunan tekanan darah melalui penghambatan kerja enzim angiotensin I-converting enzyme (ACE), yaitu suatu enzim yang bertanggung jawab terhadap peningkatan tekanan darah.
Di beberapa negara maju, khususnya di Jepang dan Amerika Serikat, kandungan asam amino yang terdapat pada bekatul telah ditambahkan ke dalam produk-produk kecantikan.  Produk-produk tersebut antara lain sabun mandi, pelembab dan pembersih kulit, serta pelembab muka. Tujuan penggunannya adalah untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan kulit.  Kandungan asam amino yang terdapat pada bekatul diketahui sangat sesuai untuk memberikan efek perlindungan kulit. Bekatul juga mengandung asam ferulat (ferulic acid), yang telah diketahui secara luas sebagai antioksidan dan bahan fotoprotektif.  Asam ferulat  akan melindungi asam lemak melawan kerusakan oksidasi yang disebabkan oleh berbagai jenis polutan, peroksida, dan radikal bebas yang dibentuk selama proses metabolisme tubuh.
Bagaimana mengetahui bekatul yang baik
Kandungan lemak pada bekatul mencapai 20 persen. Hal ini dapat menyebabkan penurunan mutu pada bekatul, yaitu terjadinya ketengikan.  Kandungan air yang terdapat di dalam bekatul juga dapat menjadi faktor pemicu terjadinya proses hidrolisis lemak.  Oksidasi lemak pada bekatul dipercepat karena adanya aktivitas enzim lipase yang menghidrolisa lemak pada bekatul menjadi asam lemak bebas yang bersifat labil (mudah mengalami oksidasi).  Kemudian rasa pahit ditimbulkan oleh senyawa peptida hidrofobik dengan berat molekul rendah hasil hidrolisis protein oleh enzim protease. Untuk bisa menjadikan bekatul sebagai pangan yang berkualitas dan awet, komponen penyebab kerusakan dari bekatul harus dihilangkan atau dihambat. Meski demikian, komponen bioaktifnya harus tetapi dijaga agar tidak hilang atau setidaknya dapat meminimalkan kehilangan komponen tersebut.
Pohon industri bekatul
Pohon industri pemanfaatan bekatul (Modifikasi dari Cosmetic Ingredient Review Expert Panel, 2006)
Pohon industri pemanfaatan bekatul (modifikasi dari Cosmetic Ingredient Review Expert Panel, 2006).
Dengan proses stabilisasi menggunakan suhu dan waktu tertentu (pemanasan) dapat dihasilkan fiber ingredient dan proses ekstraksi yang selanjutnya dapat menghasilkan minyak dan bahan non-minyak.  Penggunaan bekatul di luar negeri (misalnya di Jepang dan AS) secara komersial diperoleh dengan mengekstraksi bekatul menjadi minyak goreng.  Selain itu, bekatul telah digunakan dalam industri pangan, serta sebagai bahan baku industri farmasi dan industri kecantikan.
Cara penyimpanan bekatul
Setelah proses stabilisasi, penyimpanan bekatul yang awet memegang peranan penting agar bekatul tidak mudah rusak. Kerusakan bekatul kemungkinan disebabkan oleh ketengikan akibat terjadinya oksidasi atau hidrolisis kandungan lemak yang terdapat pada bekatul. Dengan kandungan air berkisar antara 6-7 persen, bekatul sebaiknya disimpan dalam tempat yang dingin dan kering sehingga tidak mudah ditumbuhi oleh mikoorganisme perusak. Bekatul dapat disimpan dalam kemasan plastik (contohnya polyethylene atau PE) agar memberi perlindungan terhadap terjadinya pencemaran, kerusakan fisik, dan dapat menahan perpindahan gas dan uap air.

Cara mengonsumsi bekatul
Tepung bekatul dapat digunakan sebagai bahan subtitusi roti, cookies, minuman berserat, dan sereal sarapan.  Untuk dijadikan sebagai penganan, bekatul dapat dicampur dengan bahan lain pada pembuatan biskuit, kue, dan sereal. Substitusi 10-15 persen bekatul ke dalam tepung terigu dapat memberikan hasil yang optimal penerimaan konsumen pada produk kue kering dan roti manis. Substitusi tepung bekatul awet sebanyak 20 persen juga telah diaplikasikan pada produk breakfast rice bran cereal.

Produk olahan bekatul dalam bentuk breakfast rice bran cereal.
Pemanfaatan bekatul menjadi produk minyak bekatul (rice bran oil atau RBO) telah lama dilakukan di beberapa negara maju, khususnya di Jepang dan Amerika Serikat. RBO merupakan salah satu minyak yang telah dijual di masyarakat umum.  RBO terutama digunakan sebagai bahan baku produk (makanan rigan), margarin, dan mayones.


Penulis: Ardiansyah, peneliti dalam bidang pangan di Universitas Bakrie, Jakarta, serta alumnus Tohoku University, Jepang. Kontak: arditpg@gmail.com.

P4S

P4S APA ITU P4S? Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah: lembaga pendidikan di bidang pertanian dan perd...